Sorotanwarga.com, Soppeng - Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, menegaskan komitmennya dalam mendorong perubahan pola pengelolaan sampah di daerah.
Pesan itu disampaikan usai menghadiri Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah dan Strategi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan pada Kamis (23/04).
Dalam forum yang diikuti 24 kepala daerah kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan tersebut, Bupati Soppeng turut menandatangani komitmen bersama sebagai langkah nyata memperkuat penanganan persoalan sampah di daerah masing-masing.
Langkah itu dinilai sebagai sinyal tegas bahwa kebiasaan membuang sampah sembarangan tidak bisa lagi dibiarkan.
Pemerintah daerah kini dituntut memperkuat sistem pengelolaan sampah mulai dari sumbernya, termasuk rumah tangga, hingga tahap pengolahan akhir.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dalam rakor tersebut menargetkan penyelesaian persoalan sampah nasional pada 2029, sejalan dengan RPJMN 2025–2029.
Fokus utama diarahkan pada penghentian praktik open dumping di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta peningkatan budaya memilah sampah sejak dini.
Bupati Soppeng menyatakan Pemerintah Kabupaten Soppeng siap mendukung penuh kebijakan tersebut dengan memperkuat tata kelola persampahan yang lebih tertib dan berkelanjutan.
“Sudah saatnya pola lama ditinggalkan. Kesadaran bersama harus dibangun agar lingkungan tetap bersih dan sehat,” kata Suwardi Haseng.
Ia menekankan, penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.
“Kalau semua bergerak bersama, saya yakin persoalan sampah bisa kita atasi secara bertahap dan nyata,” tandasnya.
(Editor: Sahril/Red*)


