Iklan

Bantuan Petani Diduga Jadi ATM Oknum , Skandal Alsintan di Soppeng Meledak

Sahril
Rabu, 13 Mei 2026, Mei 13, 2026 WIB Last Updated 2026-05-13T12:46:05Z
Ilustrasi 

Sorotanwarga.com, Soppeng - Dugaan praktik pungutan liar dalam penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) di Kabupaten Soppeng terus melebar. 


Bantuan yang seharusnya menjadi penopang kebutuhan petani kini justru diduga dijadikan sumber pemasukan oleh oknum tertentu melalui praktik setoran bernilai fantastis.


Sejumlah sumber menyebut , dugaan pungutan itu terjadi dalam penyaluran bantuan Alsintan tahun 2025 di beberapa kecamatan. 


Nilai dugaan setoran yang diminta disebut mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, tergantung jenis bantuan yang diterima kelompok tani.


Di Kecamatan Marioriawa, sekitar 11 kelompok tani disebut menerima bantuan Alsintan. 


Namun bantuan tersebut diduga tidak diterima secara cuma-cuma karena kelompok tani disebut diminta menyerahkan uang dengan nominal berbeda.


“Untuk traktor roda empat diduga diminta Rp50 juta, multifulkator Rp70 juta, sedangkan combine sampai Rp100 juta,” ungkap salah satu sumber kepada awak media.


Dugaan serupa disebut juga terjadi di Kecamatan Ganra, Donri-Donri hingga Liliriaja dan Desa Barang. 


Bahkan , sejumlah sumber menyebut ada kelompok tani yang diduga menerima bantuan lebih dari satu kali, sementara fee bantuan disebut mengalir ke beberapa pihak.


“Iye, bukan cuma di Marioriawa. Saya sering lihat langsung saat pengantaran barang. Ada kelompok yang disebut dapat bantuan lebih dari sekali. Saya juga dengar ada fee yang mengalir ke pihak tertentu dan ada oknum yang disebut ikut memfasilitasi,” beber sumber lainnya.



Dugaan tersebut memunculkan kesan kuat bahwa bantuan pemerintah untuk petani diduga berubah fungsi menjadi “ATM” bagi oknum tertentu. 


Terkait itu , Ketua Lembaga Pemantau Korupsi dan Aparatur Negara (LPKN), Alfred, mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan dan tidak berpangku tangan menghadapi dugaan tersebut.


“APH jangan cuma diam dan jangan pura-pura tidak tahu. Dugaan pungutan seperti ini bukan cerita baru di lapangan. Periksa semua pihak yang disebut, telusuri aliran uangnya, bongkar siapa yang bermain. Bantuan untuk petani tidak boleh berubah jadi ajang setoran dan bancakan,” kata Alfred, Rabu (13/5/2026).


Menurutnya , dugaan pungutan dengan nominal besar dalam penyaluran bantuan Alsintan menunjukkan adanya dugaan permainan yang tidak bisa dianggap biasa.


“Kalau sampai bantuan negara diduga dipatok puluhan sampai ratusan juta rupiah, itu sudah sangat memalukan. Petani butuh alat untuk bekerja, bukan dibebani dugaan setoran. Jangan sampai hukum lumpuh saat menghadapi dugaan permainan seperti ini,” ucapnya menyinggung.


Hingga berita ini diterbitkan , pihak terkait maupun aparat penegak hukum belum dimintai tanggapannya mengenai dugaan fee bantuan Alsintan tersebut.


(Penulis: Sahril/Red*)

Komentar

Tampilkan

  • Bantuan Petani Diduga Jadi ATM Oknum , Skandal Alsintan di Soppeng Meledak
  • 0

Topik Populer

Iklan