Sorotanwarga.com, Soppeng - |Pernyataan lugas dan berani disampaikan oleh Pemimpin Redaksi media online Katata.id, Sofyan, menanggapi pemberitaan yang dinilainya tidak proporsional dan cenderung menyudutkan kerja-kerja jurnalis.
Dalam pernyataannya , Sofyan membantah narasi yang mencoba memutarbalikkan makna kritik sebagai bentuk serangan terhadap pejabat publik.
“Gak siap dikritik? , mending jangan jadi pejabat. Kritik dari wartawan itu bukan kebencian, tapi bentuk kasih sayang agar pejabat bisa lebih baik menjalankan amanahnya,” ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (6/11).
Menurutnya , peran media adalah mengawal jalannya pemerintahan di kabupaten Soppeng dengan sikap profesional, bukan sebagai musuh pejabat.
Ia memaparkan bahwa wartawan memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan fakta dan kritik yang membangun, agar kebijakan publik tetap berada di jalur yang benar.
“Kami tidak bekerja untuk menjatuhkan siapapun. Justru kami menjaga agar kekuasaan tidak lupa akan tanggung jawabnya kepada rakyat. Kritik itu vitamin demokrasi, bukan ancaman,” tutur Sofyan menyinggung.
Ia juga menyoroti pihak-pihak yang mencoba memelintir ucapan atau sikap kritis jurnalis menjadi seolah bentuk permusuhan terhadap pemerintah.
“Itu keliru besar. Media bekerja berdasarkan data, bukan dendam. Kalau setiap kritik dianggap serangan, demokrasi bisa kehilangan maknanya,” cetusnya.
Terakhir , ia menegaskan bahwa wartawan bukan musuh pejabat, melainkan mitra pengawasan publik yang berperan menjaga transparansi dan akuntabilitas kekuasaan.
“Kami akan terus menulis apa yang benar, meskipun kadang tidak nyaman bagi sebagian pihak. Karena tugas jurnalis bukan menyenangkan, tapi menyadarkan,” tandasnya.
(Penulis: Sahril/Red*)
(Sumber: Redaksi Katata.id)


